IMPLEMENTASI TEKNOLOGI HIDROPONIK SEBAGAI STRATEGI KEMANDIRIAN PANGAN DAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA WARUNGGUNUNG

Authors

  • Taufik Nurhardiansyah STKIP Syekh Manshur
  • Deviani STKIP Syekh Manshur
  • Cicih Nurhasanah STKIP Syekh Manshur
  • Nur’ajijah STKIP Syekh Manshur
  • Pepi Mulyani STKIP Syekh Manshur
  • Usep Saepul Mustakim STKIP Syekh Manshur
  • Yeni Sulaeman STKIP Syekh Manshur

Keywords:

Hidroponik, ketahanan pangan, Pekarangan produktif, Pakcoy.

Abstract

Program ketahanan pangan berbasis hidroponik di Desa Warunggunung bertujuan meningkatkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan teknis budidaya pakcoy, pendampingan berkala, serta panen bersama. Tahap persiapan meliputi instalasi sistem hidroponik, penyediaan media tanam dan nutrisi, serta penentuan lokasi pilot project. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa warga memahami konsep hidroponik dan mampu mempraktikkan penyemaian benih, peracikan nutrisi, serta pemindahan bibit dengan baik. Pendampingan intensif membantu mengatasi kendala teknis, seperti pengaturan nutrisi dan pencegahan lumut. Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman mencapai 70%, dengan kualitas sayuran yang mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini membuktikan efektivitas pembelajaran berbasis praktik langsung dalam meningkatkan keterampilan teknis sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat. Hidroponik tidak hanya memungkinkan produksi pangan segar di lahan terbatas, tetapi juga mendukung kemandirian pangan serta membuka peluang penerapan mandiri di rumah warga. Keberlanjutan program diharapkan melalui pendampingan lanjutan, penyediaan sarana hidroponik, dan monitoring rutin guna memperluas partisipasi masyarakat.

References

Altieri, M. A. (1995). Agroecology: The Science of Sustainable Agriculture. Boulder: Westview Press.

FAO. (2013). Good Agricultural Practices for Greenhouse Vegetable Crops: Principles for Mediterranean Climate Areas. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Jensen, M. H. (1997). Hydroponics. Tucson: University of Arizona Press.

Jones, J. B. (2014). Hydroponics: A Practical Guide for the Soilless Grower (2nd ed.). Boca Raton: CRC Press.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. New Jersey: Prentice Hall.

Pretty, J. (2008). Agricultural Sustainability: Concepts, Principles and Evidence. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 363(1491), 447–465.

Raviv, M., & Lieth, J. H. (2008). Soilless Culture: Theory and Practice. Amsterdam: Elsevier.

Resh, H. M. (2013). Hydroponic Food Production (7th ed.). Boca Raton: CRC Press.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.

Sutiyoso, Y. (2003). Hidroponik: Bertanam Tanpa Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sutiyoso, Y. (2003). Hidroponik: Budidaya Tanaman Tanpa Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya.

UNDP. (2020). Human Development Report 2020. New York: United Nations Development Programme.

Wijayani, A., & Widodo, W. (2005). Usaha Meningkatkan Kualitas Beberapa Varietas Tomat dengan Sistem Budidaya Hidroponik. Jurnal Ilmu Pertanian, 12(1), 77–83.

Yusuf, M., & Widiyanto, A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat melalui Teknologi Tepat Guna di Bidang Pertanian. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 115–123.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI HIDROPONIK SEBAGAI STRATEGI KEMANDIRIAN PANGAN DAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA WARUNGGUNUNG. (2026). JPM Serumpun Mengabdi, 3(2, Juli), 24-28. https://pkm.edusm.id/index.php/sm/article/view/40